📚 PUSTAKA PDF IBADAT SABDA
Kumpulan teks Ibadat Mingguan lengkap - Klik di bawah
👉 BUKA PUSTAKA & DOWNLOAD

Retret PDAI Pontianak, Upaya Meneguhkan Kesetiaan dalam Panggilan Dominikan Awam

PRAEDICAREVOICE.COM, MANDOR -- Retret bukan sekadar berhenti sejenak dari kesibukan, tetapi kesempatan untuk kembali mendengarkan suara Tuhan yang memanggil. 

Peserta Retret PDAI Chapter Santo Dominikus Pontianak berfoto bersama di Rumah Biara Suster Dominikan Indonesia, Mandor, Landak, usai sesi retret, 16-18 Oktober 2026. (Foto: Stefanus Akim/Praedicare Voice)

Semangat itulah yang mewarnai Retret Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia (PDAI) Chapter Santo Dominikus Pontianak di Rumah Biara Suster Dominikan Indonesia, Mandor yang berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026 hingga Minggu, 18 Oktober 2026.

Sebanyak 46 anggota dari Komunitas Santa Perawan Maria Ratu Surga dan Komunitas Jordan Saxony berkumpul selama tiga hari untuk memperdalam kehidupan doa, mempererat persaudaraan, dan memperbarui komitmen sebagai awam Dominikan yang dipanggil mewartakan Kebenaran (Veritas).

Membuka retret, Presiden PDAI Chapter Santo Dominikus Pontianak, Fransiskus Edi OP, mengingatkan bahwa setiap tahapan profes merupakan rahmat sekaligus panggilan untuk semakin menyerahkan diri kepada Tuhan.

"Jangan melihat kiri atau kanan. Ukurlah diri kita sendiri. Ketika mengikrarkan profes kekal, bukan berarti perjalanan selesai. Justru saat itulah dimulai kesetiaan yang harus terus diperjuangkan setiap hari," pesannya.

Ajakan tersebut menjadi undangan bagi setiap anggota untuk terus bertumbuh dalam spiritualitas Dominikan. Kesetiaan tidak lahir dalam sekejap, melainkan dibangun melalui doa yang tekun, pendalaman iman, kehidupan komunitas, dan pelayanan yang setia kepada Gereja dan sesama.

Fransiskus Edi juga mengajak seluruh peserta membangun persaudaraan yang semakin erat. Retret menjadi ruang untuk saling mengenal, saling mendukung, dan bertumbuh sebagai satu keluarga besar Dominikan, melampaui batas komunitas asal masing-masing.

Rangkaian retret diawali dengan ziarah dan doa di makam para anggota Dominikan Awam baik di Pontianak maupun di Toho, Kabupaten Mempawah. 

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa panggilan sebagai Dominikan Awam adalah perjalanan menuju kekudusan yang dijalani dengan setia hingga akhir hidup.

Kiranya retret ini semakin meneguhkan setiap anggota untuk menghidupi semangat Santo Dominikus: menjadi pribadi yang mencintai kebenaran, tekun berkontemplasi, serta setia membagikan buah-buah kontemplasi melalui pewartaan dan pelayanan di tengah Gereja dan dunia.

"Laudare, Benedicere, Praedicare" — memuji, memberkati, dan mewartakan. ***

TerlamaLebih baru

Posting Komentar